KREDIT UMKM: Penyaluran Di Wilayah BI Malang Melambat
Pertumbuhan penyaluran kredit usaha mikro kecil menengah di wilayah Kantor Bank Indonesia Malang pada 2011 agak melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan penyaluran kredit pada 2010.
Pemimpin Kantor BI Malang Totok Hermiyanto mengatakan total penyaluran kredit UMKM pada 2011 sebesar Rp17,5 triliun atau 78% dari keseluruhan penyaluran kredit di wilayah KBI Malang.
“Untuk mempercepat penyaluran kredit UMKM, KBI Malang membentuk Unit Pelaksana Teknis Konsultan Keuangan Mitra Bank yang berfungsi memfasilitasi penyaluran kredit,” ujarnya Senin, 6 Februari 2012.
Penyaluran kredit pada 2008 mencapai Rp10,567 triliun, sedangkan pada 2009 meningkat menjadi Rp12,511 triliun atau tumbuh 18,40%. Realisasi penyaluran kredit pada 2010 mencapai Rp14,999 triliun atau tumbuh 19,89% dan 2010 Rp17,525 triliun, atau hanya tumbuh 16,84% bila dibandingkan posisi 2010.
Terkait dengan penyaluran kredit yang difasilitasi UPT KKMB pada 2011, lanjutnya, mencapai Rp163,2 miliar untuk 1.070 UMKM, meningkat 8,5% dibandingkan dengan realisasi penyaluran kredit pada 2010 yang mencapai Rp150,5 miliar.
Sektor yang paling banyak dibiayai perbankan dengan fasilitasi UPT KKMB, yakni sektor perdagangan, hotel, dan restoran, serta sektor jasa lainnya.
Penyaluran kredit untuk sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar Rp24,653 miliar dengan jumlah UMKM sebanyak 767 unit usaha, sedangkan sektor jasa lainnya mencapai Rp115,889 miliar dengan 98 UMKM.
Jasa dunia usaha menyerap kredit Rp7,260 miliar untuk 12 UMKM, industri pengolahan Rp4,976 miliar dengan 29 UMKM, pertanian, kelautan, dan perikanan Rp4,318 miliar melibatkan 73 UMKM, peternakan Rp2,439 miliar dengan jumlah UMKM 84 unit, pengangkutan, pergudangan, dan komunikasi Rp2,422 miliar sebanyak empat UMKM, pertambahan Rp1 miliar sebanyak satu UMKM, listrik, gas, dan air Rp200 juta dengan satu UKM, dan konstruksi Rp35 juta dengan satu UMKM.
Adapun total penyaluran kredit perbankan umum maupun BPR sampai akhir 2011, kata Totok, mencapai Rp22,395 triliun. Pertumbuhan kredit perbankan umum mencapai 19%, sedangkan BPR justru lebih rendah, yakni 5% dibandingkan dengan 2010.
Penyaluran kredit didominasi sektor produktif atau modal kerja dengan proporsi 53%%, disusul kredit konsumsi 38%, dan kredit investasi 9%. Rasio intermediasi perbankan pada level 73,15%, sedangkan nonperforming loan (NPL) bank umum sebesar 3,26%.
Tingginya penyaluran kredit sebesar itu, menurut Totok, seiring dengan kondisi perekonomian di wilayah kerja KBI Malang yang mampu ekspansi. Namun bank perlu mewapasdai risiko kredit yang mulai berlangsung awal 2011.
Pertumbuhan ekonomi secara sektoral didukung pula oleh penyaluran kredit sektoral. Kredit sektor angkutan, sektor perdagangan hotel, dan restoran yang mengalami pertumbuhan masing-masing 27%, 35,3%, dan 4,9%. Pertumbuhan kredit itu seiring dengan peningkatan aktivitas sektor.
Source: bisnis.com
Hasil dari Google:
- konsultan mitra bank wilayah malang, penyaluran kredit UMKM di BI malang




















